Belajar Menjadi Hacker

3:53 PM Selasa, 19 Juli 2011


Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan - mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.

Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.

Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.

Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.

Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.

Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.

Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.

Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).

Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.

Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls <domain or network>’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn <user>’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.

Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.

Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.

Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).

Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.

Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.

Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.

Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.

Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya,  pertengahan April 2001 di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.

Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.

Sumber : http://www.facebook.com/groups/dunkom?view=doc&id=10150368987425130

 Router adalah sarana penghubung antara Provider (Penyedia Jaringan Internet) dengan komputer kita. Dengan menggunakan Router kita dapat membagi jaringan internet ke beberapa komputer. Router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan protokol tertentu.
Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan secara logikal, bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dan satu segmen ke segmen lain. Anda mungkin bingung dengan definisi di atas, tapi agar mudah diingat, Anda menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain. Jaringan ini bisa berupa jaringan pribadi (LAN/WAN) Atau jaringan publik (Internet).Router yang banyak digunakan di dunia ialah produksi Cisco dan 3Com.

Koneksi jaringan dari provider ada beberapa jenis antara lain :

1. ADSL kabel
Yaitu menggunakan kabel ADSL (Telephone) yang biasanya dipakai oleh Telkomnet Instan, Speedy yang menggunakan fasilitas kabel telepon sebagai media jaringan Internetnya atau dengan konektor RJ 11.

2. DSL Kabel
Jenis proveder Internet yang menggunakan kabel UTP sebagai penghantar jaringan internetnya dengan konektor RJ 45

Jaringan Router

Ada beberapa jenis Jaringan Reuter

1. Komputer Sebagai Router pada Jaringan ADSL

Agar komputer dapat menjadi router untuk jaringan ADSL (Menggunakan kabel Telepon sebagai saluran Internet dari Proveder) maka di komputer tersebut harus dipasang Modem card.

Peralatan yang dibutuhkan

1. Komputer lengkap
2. Modem Card
3. Hub
4. Konektor Rj 11 (Konektor Telepon)
5. Konektor Rj 45 (Konektor UTP atau LAN)

Pada jaringan ini Modem Card merupakan Network Router

2. Komputer Sebagai Router pada Jaringan ADSL

Bila jaringan Internet dari Provider menggunakan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 maka pada komputer tersebut harus terpasang 2 buah LAN Card.

Peralatan Yang dibutuhkan

1. Komputer lengkap
2. dua buah LAN Card
3. Hub
4. Konektor Rj 45 (Konektor UTP atau LAN)

Pada jaringan ini salah satu LAN Card menjadi Router

3. Menggunakan ADSL Router

Bila provider menggunakan jaringan telepon sebagai jaringan Internet maka ADSL Router menjadi sebuah modem berikut berfungsi sebagai Router

Peralatan yang dibutuhkan
1. Komputer
2. ADSL Router (Modem Router)
3. Hub
4. Konektor Rj 11 (Konektor Telepon)
5. Konektor Rj 45 (Kunektor UTP atau LAN)

4. Menggunakan DSL Router

Bila provider menggunakan kabel UTP sebagai jaringan Internet maka diperlukan DSL Router

Peralatan yang dibutuhkan

1. Komputer
2. DSL Router
3. Hub
4. Konektor Rj 45

Setting Router

1. Menggunakan Komputer sebagai Router

a. Bila menggunakan Modem

  • Hubungkan kabel Internet dari provider ke soket Modem
  • Kemudian setting IP pada TCP/Ip nya sesuai dengan setting IP dari Provider
  • Seting Modem Network ke posisi sharing Internet atau lakukan Bridge Conection
  • Lalu Setting TCP/IP Lan Card computer dengan menggunakan IP Modem sebagai Defaut Gatway Lan Card komputer Router
  • Setting DNS Server Lan Card Komputer Router sama dengan DNS Server Modem.
  • Setting IP semua komputer yang terhubung dengan menggunakan IP Modem komputer Router menjadi Default Gatwayanya dan semua DNS Server harus sama.
b. Bila menggunakan 2 Lan Card

  • Hubungkan kabel Internet dari provider ke LAN Card Pertama
  • Setting IP pada TCP/ip LAN Card pertama sesuai dengan setting IP dari Provider.
  • Setting LAN Card pertama ke posisi sharing Internet atau lakukan Bridge Conection
  • Lalu setting IP pada TCP/IP LAN Card ke dua dengan menggunakan IP LAN Card pertama menjadi Default Gatwaynya.
  • Setting DNS Server Lan Card kedua sama dengan DNS Server LAN Card pertama.
  • Setting IP semua komputer yang terhubung dengan menggunakan IP Lan Card pertama komputer Router menjadi Default Gatwayanya dan semua DNS Server harus sama.
c. Menggunakan ADSL Router
  • Setting IP adress, Gatway, dan DNS ADSL Router sesuai dengan settingan dari Provider
  • Setting semua komputer yang terhubung dengan ADSL Router melalui Hub dengan Default Gatwaynya menggunakan IP adress ADSL Router.
d. Menggunakan DSL Router
  • Setting IP adress, Gatway, dan DNS DSL Router sesuai dengan settingan dari Provider
  • Setting semua komputer yang terhubung dengan DSL Router melalui Hub dengan Default Gatwaynya menggunakan IP adress DSL Router.
Setting IP Adress

1. Klik Kanan My Network  Places
2. Klik Properties
3. Pilih Network Modem atau LAN, kemudian klik kanan lalu klik Properties
4. Pada Tab General pilih "Internet Protocol (TCP/IP)
5. Klik Properties
6. Kemudian klik Use The following IP Adress
7. Lalu anda isi IP adressnya

Misalkan settingan IP Adress dari Provider adalah :

IP Adress        : 192.168.30.10
Sub mask         : 250.250.250.000
Default gateway  : 192.168.30.1
DNS              : 162.186.196.30

Maka
Setting IP adress untuk seluruh komputer yang terhubung dengan router tersebut harus :

IP Adress        : 192.168.30.xxx  (harus diatas 10
Sub mask         : 250.250.250.000
Default gateway  : 192.168.30.10
DNS              : 162.186.196.30

Untuk setiap komputer yang terhubung dengan jaringan tidak boleh ada IP adress yang sama.

Khusus untuk yang menggunakan Komputer sebagai Router

Bridge Komputer

1. Klik Kanan My Network  Places
2. Klik Properties
3. Pilih Network Modem atau LAN, kemudian klik kanan lalu klik
4. Lanjutkan setting

Sharing Internet

1. Klik Kanan My Network  Places
2. Klik Properties
3. Pilih Network Modem atau LAN, kemudian klik kanan lalu klik Properties
4. Klik tab Advanced
5. Pada Internet Conection Sharing, centrang pilihan
6. Pada kotak pilihan Home networking conection pilih dari Network mana hendak di sharing (dari Modem atau dari Lan Card)

Khusus untuk setting Router ADSL Modem dan DSL Modem ikuti petunjuk cara mensettingnya pada buku panduannya.